Jumat, 13 Agustus 2010

PROPOSAL AKSI SOSIAL LINGKUNGAN


PANITIA KARYA SOSIAL RENOVASI RUMAH PAK RIN
LINGKUNGAN ST. CHRISTOPHORUS WILAYAH IV
PAROKI SANTO PAULUS DEPOK


PROPOSAL RENOVASI RUMAH BAPAK RIN SUGINO



1. Latar Belakang


1 Kor 12:26
“Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita”


1 Yohanes 3:17
“Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?”

Rounded Rectangle: Dua ayat tersebut diatas, menjadi dasar dari sebuah karya sosial yang akan dilaksanakan di Lingkungan Santo Christophorus. Karya sosial yang akan dilaksanakan ini dilatarbelakangi oleh karena adanya salahsatu warga (anggota lingkungan) yang mengalami kesulitan karena rumah tempat tinggalnya sudah kurang layak untuk dihuni. Kondisi rumah keluarga ini sudah sangat parah, bahkan sampai-sampai setiap kali ada hujan deras, banyak warga yang berpikir, apakah rumah saudara ini masih tetap berdiri atau tidak.















Ya…..!   Adalah seorang bapak yang tinggal hanya seorang diri menempati rumah yang sudah tua dan sudah banyak bagian-bagian yang keropos dan rapuh. Dialah Bapak Rin Sugino, yang pekerjaannya sebagai seorang guru honorer di wilayah Jakarta. Kondisi rumahnya sudah sangat parah, namun beliau tetap bertahan untuk tinggal di rumah tersebut, karena memang tidak memiliki tempat tinggal yang lain untuk berteduh dan bermalam. Ada keinginan untuk merenovasi rumahnya, namun apadaya kehidupan beliau saat ini yang tidak memungkinkan untuk mendanai renovasi rumahnya itu.  Akhirnya, dengan kondisi yang apaadanya itu, pak Rin berserah kepada Tuhan dan hanya berharap agar Tuhan memberikan berkat dan anugerah agar apa yang diinginkan itu dapat terwujud.

Beginilah kondisi rumah itu:



Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Tuhan menggerakkan hati warga Lingkungan St. Christophorus. Melalui pengurus Lingkungan St. Christophorus dan beberapa umat, dibicarakanlah beberapa alternatif  usaha yang dapat dilakukan guna membantu pak Rin merenovasi rumahnya. Setelah dilakukan pendekatan dan pembicaraan bersama, maka disepakati dalam pengurus Lingkungan untuk membentuk panitia yang bertugas untuk membantu merenovasi rumah pak Rin ini. 


2. Susunan Kepanitiaan

Penanggung Jawab
Ketua Lingkungan

Koordinator
Ag. Suyono

Sekretaris
L. Atrik Wibawa

Bendahara
Yansen

Sie logistic
Stephanus Suparna
Heribertus Ngadino

Sie Konsumsi
B. Dinarsih Nimadewi
Rachel Rosida
Florentina Siti Purwanti

Sie Dana
Al. Suwarno
Arqodius Brina Brianto
Yacobus Agus Hariyanto
Ramli Martinus Munthe


3. Perencanaan

Panitia yang telah terbentuk akhirnya memulai merencanakan untuk renovasi rumah pak Rin. Disepakati dalam panitia, bahwa panitia akan membantu membuatkan rumah sangat sederhana bagi pak Rin, di lokasi rumahnya yang ada sekarang ini. Adapun rumah sangat sederhana yang akan dibangun adalah rumah berukuran  2.5m  X  5.5 m, dengan dinding dari batako putih dan atap dari asbes.

Bentuk rumah yang direncanakan akan dibangun adalah sebagai berikut:






4. Anggaran

A. Rincian dana yang diperlukan

a.    Pasir 2 Engkel                                     : Rp.     800.000,-
b.    Batako putih 900 buah                      : Rp.     720.000,-
c.    Batu Split 1 Engkel                             : Rp.     400.000,-
d.    Semen 15 zak                                     : Rp.     795.000,-
e.    Tulangan 8” 30 batang                      : Rp.     990.000,-
f.     Cincin 6” 280 biji                                 : Rp.     165.000,-
g.    Balok 6/12, 4 batang                          : Rp.     320.000,-
h.    Kaso 5/7  4 batang                              : Rp.     145.000,-
i.      Asbes 3 m,  8 lembar                         : Rp.     472.000,-
j.      Papan cor  10 lembar                         : Rp.     100.000,-
k.    Paku campuran 2 kg                          : Rp.       25.000,-
l.      Kloset, 1 buah                                     : Rp.       60.000,-
m.  Paralon 8 cm, 1 batang                     : Rp.       32.000,-
n.    Kawat Bindrat                                      : Rp.       20.000,-
o.    Paku Asbes                                         : Rp.       20.000,-
p.    Loster Kayu, 3 buah                           : Rp.       60.000,-
q.    Loster genteng, 12 buah                   : Rp.       60.000,-
r.     Kunci, 2 buah                                      : Rp.     120.000,-
s.    Engsel 4                                               : Rp.       40.000,-
t.      Biaya Tukang (10 hari)                      : Rp.  1.200.000,-
u.    Konsumsi Tukang (kopi-rokok         : Rp.     200.000,-


Rp.  6.744.000,-


B. Dana yang diperoleh saat ini.

a.    Dari pihak Keluarga                  :  Rp.      400.000,-
b.    Hasil penjualan genteng bekas:  Rp.      800.000,-
c.  Solidaritas warga Lingkungan  :  Rp.   2.490.000,-
J u m l a h                                 :  Rp.   3.690.000,-


C. Kekurangan Dana (Dana yang dibutuhkan)

    Rp. 6.744.000,-  -  Rp. 3.690.000,-  =  Rp. 3.054.000,-

D. Sumbangan Material yang sudah diterima panitia:

-          Kusen + daun Pintu 2 set
-          Kusen + daun Pintu kamar mandi 1 set
-          Kusen Jendela + Daun Jendela 2 set

5. Penutup

Demikian proposal ini dibuat untuk diketahui, dan mohon bantuan dari para umat ataupun para dermawan yang lainnya untuk kiranya berkenan menyisihkan sebagian rejekinya bagi terlaksananya karya sosial ini. Panitia tidak hanya menerima sumbangan dalam bentuk uang, tetapi  juga menerima sumbangan dalam bentuk matrial.

Atas segala kemurahan dan kebaikan hati bapak, ibu dan para dermawan sekalian, kami mengucapkan banyak terimakasih. Semoga Tuhan senantiasa memberkati.






                                                           BojongGede,19-09-2010
Koordinator                          Sekretaris




            Ag. Suyono                           L. Atrik Wibawa


Mengetahui
Ketua Lingkungan




Yohanes Tuarsin

BAGI BAPAK IBU, PARA DERMAWAN YANG BERKENAN MEMBERIKAN SUMBANGAN UNTUK AKSI SOSIAL INI DAPAT MENGIRIMKAN DANA KE:
BCA  Kcp. Margo City Depok dengan Nomor  4212562827 atas nama HERMENEGILDUS YANSEN

Sabtu, 07 Agustus 2010

KALENDER LITURGI BULAN AGUSTUS 2010

Untuk seluruh umat yang ingin mengetahui kalender Liturgi bulan Agustus 2010 berikut dengan cerita santo santa, silahkan untuk Klik DISINI

Pada kesempatan ini, kami mengajak saudara-saudari untuk bersama merenungkan kekuatan ataupun makna yang dalam dari PERAYAAN EKARISTI, yang sungguh bukan hanya sekedar mengikuti perjamuan biasa. Ekaristi memiliki Kekuatan Penyembuhan. Untuk itu silahkan Klik DISINI

ISI GEMA CHRISTOPHORUS BULAN AGUSTUS

PONDOK RENUNGAN

KEMERDEKAAN ANAK ALLAH

Istilah merdeka berasal dari kosa kata sansekerta ‘mahardhika’. berarti kekuasaan atau kemakmuran atau kesempurnaan besar; sangat makmur, sangat kuasa.  Orang merdeka berarti orang yang mempunyai kemampuan dan kekuasaan memutuskan langkah atau cara hidup. Dalam arti ini orang merdeka berarti orang yang berkekuatan dan berkuasa atas dirinya sendiri. Sebaliknya orang tidak merdeka ialah orang  yang hidup dalam keterikatan. Keterikatan itu dapat juga karena situasi, dapat juga karena seseorang dalam kemerdekaannya memang mengikatkan diri; lalu tidak lagi terlepas dari ikatan yang diambilnya sebagai keputusan. Misal dalam peristiwa pernikahan, orang dapat memutuskan diri secara bebas (merdeka) untuk mengikatkan diri pada seseorang yang dicintai. “ Merdeka” juga dapat berarti orang yang hidup dalam terang Roh. Secara rohani, orang  yang sungguh merdeka adalah orang yang mendasarkan kemerdekaannya atas keutamaan cinta kasih. Kemerdekaan, yang tanpa dasar cinta kasih, adalah pengkhianatan  kebenaran dan  penindasan yang menuju kehancuran hidup manusia. Akhirnya orang  yang merasakan diri bahagia karena mengalami kemerdekaan diri sendiri,  biasanya berkeinginan  juga agar sesamanya memiliki kebahagiaan dalam kemerdekaan sehingga jelas bahwa  untuk dapat memerdekakan sesama, orang pada dirinya sendiri sudah menghayati kemerdekaan sejati yaitu Kemerdekaan yang berlandaskan cinta kasih. Dalam diri seseorang yang menganggap diri sebagai orang yang merdeka, namun kemerdekaan itu semu, orang semacam ini tidak jarang berlagak akan memerdekakan sesamanya, tetapi pada kenyataannya karena ia mabuk harta dan kuasa, lalu menindas , menghisap sesamanya.
 Di hari Kemerdekaan Bangsa kita ini, marilah kita memerdekakan diri dan sesame, sehingga kita menjadi anak-anak Allah yang benar-benar memiliki kemerdekaan yang sejati.   
SELAMAT HUT RI KE 65
 
(Dirangkum dari Majalah infoGender-Jakarta)




LENSA CHRISTOPHORUS BULAN JULI 2010


3 Juli & 4 Juli 2010
Ucapan beribu terima kasih kepada seluruh warga St. Christophorus yang turut mendukung  atas segala persiapan dan pelaksanaan bazaar dalam rangka Pesta Emas Paroki St. Paulus Depok, terima kasih pula untuk kekompakan mudika lingkungan yang telah rela dalam segala kegiatan. Selamat dan terus semangat dalam kasih Kristus.

11 Juli 2010
Beribu terima kasih yang dapat kami ucapkan kepada Bapak Ibu keluarga besar St. Christophorus yang telah rela turut mendukung tugas tata tertib, semoga semangat kebersamaan seperti ini semakin terpupuk sebagai wujud nyata Kasih Kristus dalam hidup menggereja. Terima kasih pula untuk mudika yang turut bertanggung jawab menghitung hasil kolekte.

25 Juli 2010
Dengan lantang kita semua bernyanyi untuk Tuhan, dalam tugas koor misa ke-2, terima kasih sekali lagi untuk keterlibatan bapak ibu, mudika dan adik-adik, semoga apa yang kita persembahkan untuk Tuhan dapat pula menggugah hati yang beku, menyegarkan jiwa yang kering dan dahaga, sehingga nama Tuhan dapat semakin dipermuliakan di muka bumi.


31 Juli 2010 
Untuk Bp. Ferdi sekeluarga, kami ucapkan selamat menempati rumah yang baru, semoga berkat Tuhan selalu berlimpah bagi Bapak sekeluarga. Demikian pula dari Bp. Ferdi mengucapkan beribu terima kasih atas dukungan dari seluruh warga St. Christophorus, sehingga pada saat pemberkatan rumah dapat berjalan dengan baik, meriah dan syahdu dengan iringan musik keroncong, terima kasih untuk pa Atrik dan kawan-kawan.

ULANG TAHUN WARGA DI BULAN AGUSTUS
1.       Al. Suwarno, 1  Agustus
2.       Agustinus Ivo AS, 4  Agustus
3.       Theresia Putri Setyaningrum, 4 Agustus (putri Bp. Stepanus)
4.       Fransiskus Putra Anugrah, 6 Agustus (putra Bp. Rubiyo)
5.       Yuliana Lina Ekawati, 6 Agustus (istri Bp. Murdiyanto)
6.       Antonius Haryanto P. Simbolon, 7 Agustus (putra Bp. Joni)
7.       Terry Jacob, 11 Agustus
8.       Agatha Jenny Ferbena, 11 Agustus (keponakan Bp. Jansen)
9.       Yohanes Indra, 13 Agustus
10.   Helena Caroline Hariyanto, 13 Agustus (putri Bp. Agus)
11.   B. Dinarsih Himadewi, 14 Agustus (istri Bp. Budi)
12.   Royke Mangundap, 14 Agustus
13.   FX. Mangundap, 17 Agustus
14.   Virginia Benita Wardana, 21 Agustus (putri Bp. Hendra)
15.   Angelita Riani Eko Patra, 22 Agustus (putri Bp. Rint)
16.   Yohana Fransisca Tri Astuti, 23 Agustus (istri Bp. Eko)
17.   Parmonangan Munthe, 23 Agustus (putra Bp. Munthe)
18.   Tumpal Nesther Sinaga, 29 Agustus

Segenap Pengurus Lingkungan mengucapkan selamat UlangTahun Semoga Panjang Umur

ULANG TAHUN PERKAWINAN
1. Lumser Pasaribu & Rumiris Br.Simarmata, 8 Agustus
2. FX.Mangundap & Pingkan A. Tewu, 12 Agustus
3. Bonafesius Galis & Roslinda Rade Ratu, 19 Agustus

Selamat Ulang tahun, semoga langgeng selalu
 



JADWAL KEGIATAN  LINGKUNGAN  ST. CHRISTOPHORUS
BULAN AGUSTUS 2010

Hari/Tgl
Jam
Kegiatan
Tempat
1
Sabtu, 07-8-010
19.30 - selesai
Latihan koor
Bp. Hendra Puri I
2
Minggu, 08-0-010
08.00 - selesai
Tugas TATIB Mudika
Gereja St. Paulus Depok
3
Sabtu
14-8-010
19.30-selesai
Latihan koor
Bp. Jansen Susukan
4
Selasa
17-8-010
15.00-selesai
Ibadat & Lat koor
Bp. Cosmas
Kp. Nanggela
5
Jumat
20-8-010
19.30 – selesai
Latihan Koor
Bp Wardiyo.
Puri 1
6
Sabtu 21-8-010
17.30- selesai
Tugas Koor
Gereja St. Paulus Depok

Mari berlomba-lomba dalam pelayanan melalui kegiatan di Lingkungan kita


Panitia Aksi Sosial

Dalam rangka Aksi sosial untuk Renovasi rumah Bp. Rint Sugino, Panitia mengharapkan keikhlasan seluruh warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, dan untuk itu panitia melalui seksi Dana, Mulai bulan Agustus 2010 akan berkeliling menyampaikan proposal. Bantuan dapat berupa uang ataupun berupa bahan-bahan material, atas segala bantuannya kami ucapkan banyak terima kasih. Semoga Berkat Tuhan akan senantiasa berlimpah kepada Bapak, ibu, para dermawan sekalian.  Amin.


“Barang siapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?”
(1 Yohanes 3:17)

Beginilah kondisi terakhir rumah Bp Rin Sugino










Minggu, 06 Juni 2010

JADWAL KEGIATAN LINGKUNGAN UNTUK BULAN JUNI 2010

Tanggal / Waktu Kegiatan Tempat

Sabtu, 5-06-2010
19.00-21.00 Latihan Koor Bp. Stepanus, Puri Bojong Lestari Tahap 2

Sabtu, 12–06–2010
19.00-21.00 Latihan Koor Bp. Supriadi Villa Pabuaran

Minggu, 13–06–2010
Misa Jam 17.30 Tugas Koor Gereja Paulus Depok

Sabtu, 19–06–2010
19.00-21.00 Ibadat Lingkungan Bp. Charli Marbun Villa Pabuaran

Minggu, 27-06-2010
08.00-selesai Tugas Tatib Gereja Paulus Depok

SEJARAH BERDIRINYA LINGKUNGAN ST. CHRISTOPHORUS PAROKI ST. PAULUS DEPOK



I.     Awal mula berkumpulnya umat Katolik di Lingkungan St. Christophorus.

Pertumbuhan penduduk di wilayah Bojong Gede semakin pesat dengan mulai menjamurnya perumahan-perumahan baru di wilayah kecamatan Bojong Gede. Awal Tahun 1997, perumahan Puri Bojong Lestari Tahap I sudah mulai menyelesaikan sebagaian besar proyek perumahannya, dan sudah mulai ditempati oleh warga. Demikian pula dengan warga umat katolik yang telah membeli rumah di perumahan ini, pada awal tahun 1997 juga sudah mulai berpindah dan menetap di perumahan ini.
Sejak Januari sampai dengan  Juli 1997, beberapa keluarga Katolik di perumahan yang diantaranya adalah keluarga Bp. Yohanes Wardiyo, dan juga keluarga Bp. Ag. Suyono (kampung Susukan), saling mencari dengan cara; mengunjungi rumah yang memiliki/ memasang salib, kemudian menanyakan sebagai keluarga Kristen atau keluarga Katolik. Selain itu juga dengan cara melihat siapa-siapa yang pada hari Minggu pulang/ pergi ke gereja dengan membawa Puji Syukur. Terkumpullah pada awal persekutuan itu sejumlah 11 Kepala Keluarga yang terdiri dari 2 KK dari kampung Susukan ditambah 1 KK dari kampung Poncol dan 8 KK dari perumahan Puri Bojong Lestari. Inilah embrio awal terbentuknya komunitas di lingkungan St. Christophorus.

II.   Perkembangan awal

Persekutuan dalam Komunitas yang berada di perumahan Puri Bojong Lestari dan sekitarnya ini masuk dalam bagian dari Wilayah St. Bernadeth, yang pada waktu itu memiliki batas wilayah dari Universitas Indonesia memanjang sampai dengan Pabuaran, Citayam.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh persekutuan ini antara lain:
1.      Kegiatan persekutuan doa seperti doa rosario, ibadat keluarga dan juga renungan APP dan Bulan Kitab Suci.
2.      Kegiatan karya sosial yang menjadi perwujudan kebersamaan dan kekeluargaan, diwujudkan dalam bentuk Pembangunan rumah sederhana bagi keluarga Bp. Waluyo, dengan ukuran rumah  4 X 6 M2. Kegiatan ini melibatkan seluruh umat dalam komunitas, dari anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak bekerja bhakti mengangkat pasir, batu, batako dari jalan menuju ke tempat di laksanakannya pembangunan. Selain warga sekitar, pembangunan ini juga melibatkan umat sebagai donator dari Wilayah St. Bernadeth yang pada waktu itu diketuai oleh Bp. Yakobus Kho.  
3.      Kegiatan Natalan bersama untuk pertama kali, diadakan di rumah keluarga Bp. Yohanes Wardiyo. Dalam kegiatan ini, komunitas mengundang juga tokoh masyarakat sekitar, seperti ketua RT dan tokoh agama yang ada di puri bojong lestari.

Tantangan yang pertama kali dihadapi dalam komunitas baru ini adalah mengalami kesulitan untuk pemakaman jenasah warga yang meninggal, karena adanya penolakan dari warga masyarakat sekitar. Namun demikian masalah ini dapat terselesaikan setelah Bp. Wardiyo berkoordinasi dengan Bp. Dalimin selaku pengurus RKUK Paroki St. Paulus Depok, dan Misa Requem dipimpin oleh Pastor Paskalis Bruno, OFM. Kerukunan dan kekompakan persekutuan ini, membuat warga sekitar merasa kagum dan mengakui kekeluargaan dan kebersamaan umat katolik.

Sehubungan dengan kenyataan bahwa untuk mengikuti kegiatan Lingkungan atau Wilayah dirasa cukup jauh, maka diputuskan untuk membentuk kelompok di Perumahan Puri Bojong Lestari dan sekitarnya dengan persetujuan Ketua Wilayah. Pada tanggal 11 Oktober 1998, warga berkumpul di rumah Bp. Waluyo dan merumuskan bersama untuk pembentukan pengurus kelompok dan selanjutnya diadakan pemilihan ketua kelompok. Dalam pemilihan tersebut,  terpilihlah Bp. Ag. Suyono sebagai Ketua Kelompok. Pada tanggal 13 Oktober 1998, di rumah keluarga Bp. Yohanes Debrito Suharyanto, secara resmi dibentuk pengurus kelompok secara lengkap, yang diketuai oleh Bp. Ag. Suyono. Jumlah Kepala Keluarga pada awal terbentuknya kelompok ini berjumlah 19 Kepala Keluarga. Dengan terbentuknya pengurus kelompok, maka segala kegiatan peribadatan dan karya sosial menjadi lebih terkoordinasi dengan baik. Bahkan sebagai kelompok yang masih baru, kelompok ini sudah ikut ambil bagian  dalam tugas liturgi di Paroki dengan menjadi petugas koor di gereja dalam Misa hari Minggu. Pada masa kepengurusan kelompok ini, pernah dilaksanakan kegiatan Ziarah bersama yaitu Ziarah ke Goa Kanada Lebak, Rangkasbitung.

III.  Awal Mula Terbentuknya Lingkungan

Dewan Paroki melihat semua perkembangan dan juga kegiatan di Kelompok Puri Bojong Lestari dan sekitarnya ini. Dewan paroki pada akhirnya menawarkan kepada Ketua Kelompok untuk di syahkannya kelompok ini menjadi Lingkungan. Atas penawaran dari Dewan Paroki Santo Paulus tersebut, maka mulailah dikukuhkan sebuah lingkungan baru menggantikan istilah kelompok terhitung sejak bulan Agustus 1999 dengan Ketua Lingkungan Bp. Ag. Suyono. Adapun nama pelindung dari Lingkungan baru ini adalah  St. Monica. Lingkungan ini mencakup 3 kelompok yaitu kelompok Puri Bojong Lestari dan sekitarnya, Kelompok Villa Pabuaran dan sekitarnya, dan kelompok perumahan LIPI dan Taman Raya.  Jumlah Kepala Keluarga Katolik pada awal terbentuknya Lingkungan St. Monica ini berjumlah 33 KK.
Kegiatan peribadatan dan karya sosial dalam Lingkungan semakin terkoordinasi dengan lebih baik lagi.

IV.  Periode Berikutnya dalam Kepengurusan Lingkungan

Setelah Kepengurusan Lingkungan periode pertama berakhir, maka pada Desember tahun 2000 diadakan Pemilihan Pengurus Lingkungan untuk periode yang kedua, yaitu periode 2001 s.d. 2003. Setelah melalui pemilihan oleh Warga, maka Bp. Ag. Suyono terpilih kembali menjadi ketua lingkungan. Pada tahun 2001 itu pula disepakati untuk mengganti nama pelindung Lingkungan. Setelah melalui pertemuan warga, akhirnya disepakati nama pelindung Lingkungan diganti dari Santa Monica menjadi SANTO CHRISTOPHORUS.  
Sebagai Ungkapan syukur, setelah pemberian nama baru dari lingkungan, maka tanggal 5 s.d. 6 Mei 2001, Lingkungan melaksanakan kegiatan Ziarah ke Cisantana Kuningan yang kepanitiannya diketuai oleh Bp. Sutikno

Kepengurusan periode yang kedua ini berjalan dengan baik, dan setelah selesai akhir periode, maka pada bulan November 2003 diadakan Pemilihan Pengurus lingkungan periode ke tiga yaitu  periode 2004 s.d. 2006, dan terpilihlah ketua lingkungan yang baru, yaitu Bp. Hb. Rubiyo sebagai ketua lingkungan.

Pada Bulan November 2006, diadakan kembali pemilihan Pengurus Lingkungan periode yang keempat yaitu periode 2007 s.d. 2009, dan terpilihlah Bp. FX. Sigit Wijono sebagai ketua Lingkungan yang baru. Pada masa kepemimpinan Bapak Sigit, pernah diadakan kegiatan Paskahan bersama yang dilaksanakan di Universitas Indonesia, yaitu perayaan Paskah tahun 2008, yang dihadiri seluruh warga Lingkungan St. Christophorus. Dalam masa kepengurusan ini diadakan kegiatan Ziarah ke Cisantana Kuningan, yang dilaksanakan pada tanggal 8 s.d. 9 Mei 2009. Kepanitiaan kegiatan Ziarah ini diketuai oleh Bp. Yansen.
Dalam periode ini, telah terjadi pula pemekaran lingkungan, yaitu Lingkungan St. Norbertus, dengan proses pemekarannya tidak langsung menjadi Lingkungan tetapi menjadi lingkungan persiapan. Pada pelantikan lingkungan Persiapan, diadakan pengukuhan dalam perayaan Ekaristi di Rumah Keluarga Bp. Yulius pada tanggal 24 juni 2007, dengan ketua Lingkungan Persiapan yang telah dipilih yaitu Bp. Ign. Narastradi.

Setelah Kepengurusan periode yang keempat akan berakhir, maka pada bulan November 2009 didakan kembali pemilihan pengurus Lingkungan periode ke lima yaitu untuk periode 2010 s.d. 2012. Terpilihlah Bp. Yohanes Tuarsin sebagai ketua lingkungan untuk periode ke lima ini. Dalam kepengurusan ini, di Lingkungan St. Christophorus mulai diluncurkan Media Komunikasi Lingkungan yang diberi nama GEMA CHRISTOPHORUS. Dalam Gema ini antara lain memuat tentang pojok renungan, aneka kegiatan Lingkungan yang sudah dilaksanakan, Jadwal Kegiatan selama satu bulan, daftar nama warga yang berulang tahun pada bulan tersebut, dan juga daftar nama pasangan yang berulang tahun perkawinan. Selain itu juga didalamnya ada pengumuman dari setiap seksi.
Guna memanfaatkan teknologi informasi saat ini yang semakin modern dan canggih, maka disepakati oleh pengurus untuk meluncurkan sebuah Blog Lingkungan St. Christophorus. Akhirnya mulailah dibuat sebuah Blog untuk lingkungan dengan alamat http//st-christophorus.blogspot.com. Dalam Blog ini sudah mulai dimuat berbagai informasi seperti Kepengurusan Lingkungan dan laporan liputan kegiatan Paskahan bersama. Selain dari itu, dalam Blog ini juga sudah dibuat Link ke website Iman katolik, sehingga umat yang ingin melihat Kalender Liturgi untuk bulan Mei, Juni dan Juli sudah bisa mengakses, dan bahkan umat juga bisa membaca cerita santo-santa yang pestanya sesuai dengan tanggal dan bulan tersebut.

Saat ini kondisi Jumlah umat di lingkungan St. Christophorus terdiri dari  63 Kepala Keluarga, dengan jumlah Jiwa 237 orang. Lingkungan St. Christophorus terdiri dari 3 Kelompok yaitu kelompok Puri Bojong Lestari tahap I dan sekitarnya, Kelompok Susukan dan Puri Bojong Lestari Tahap II dan Kelompok Villa Pabuaran dan sekitarnya. Saat ini Lingkungan St. Christophorus merupakan bagian dari Wilayah IV Paroki St. Paulus Depok.

VIVA ST. CHRISTOPHORUS
SELAMAT PESTA EMAS PAROKI SANTO PAULUS DEPOK