Minggu, 06 Juni 2010

SEJARAH BERDIRINYA LINGKUNGAN ST. CHRISTOPHORUS PAROKI ST. PAULUS DEPOK



I.     Awal mula berkumpulnya umat Katolik di Lingkungan St. Christophorus.

Pertumbuhan penduduk di wilayah Bojong Gede semakin pesat dengan mulai menjamurnya perumahan-perumahan baru di wilayah kecamatan Bojong Gede. Awal Tahun 1997, perumahan Puri Bojong Lestari Tahap I sudah mulai menyelesaikan sebagaian besar proyek perumahannya, dan sudah mulai ditempati oleh warga. Demikian pula dengan warga umat katolik yang telah membeli rumah di perumahan ini, pada awal tahun 1997 juga sudah mulai berpindah dan menetap di perumahan ini.
Sejak Januari sampai dengan  Juli 1997, beberapa keluarga Katolik di perumahan yang diantaranya adalah keluarga Bp. Yohanes Wardiyo, dan juga keluarga Bp. Ag. Suyono (kampung Susukan), saling mencari dengan cara; mengunjungi rumah yang memiliki/ memasang salib, kemudian menanyakan sebagai keluarga Kristen atau keluarga Katolik. Selain itu juga dengan cara melihat siapa-siapa yang pada hari Minggu pulang/ pergi ke gereja dengan membawa Puji Syukur. Terkumpullah pada awal persekutuan itu sejumlah 11 Kepala Keluarga yang terdiri dari 2 KK dari kampung Susukan ditambah 1 KK dari kampung Poncol dan 8 KK dari perumahan Puri Bojong Lestari. Inilah embrio awal terbentuknya komunitas di lingkungan St. Christophorus.

II.   Perkembangan awal

Persekutuan dalam Komunitas yang berada di perumahan Puri Bojong Lestari dan sekitarnya ini masuk dalam bagian dari Wilayah St. Bernadeth, yang pada waktu itu memiliki batas wilayah dari Universitas Indonesia memanjang sampai dengan Pabuaran, Citayam.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh persekutuan ini antara lain:
1.      Kegiatan persekutuan doa seperti doa rosario, ibadat keluarga dan juga renungan APP dan Bulan Kitab Suci.
2.      Kegiatan karya sosial yang menjadi perwujudan kebersamaan dan kekeluargaan, diwujudkan dalam bentuk Pembangunan rumah sederhana bagi keluarga Bp. Waluyo, dengan ukuran rumah  4 X 6 M2. Kegiatan ini melibatkan seluruh umat dalam komunitas, dari anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak bekerja bhakti mengangkat pasir, batu, batako dari jalan menuju ke tempat di laksanakannya pembangunan. Selain warga sekitar, pembangunan ini juga melibatkan umat sebagai donator dari Wilayah St. Bernadeth yang pada waktu itu diketuai oleh Bp. Yakobus Kho.  
3.      Kegiatan Natalan bersama untuk pertama kali, diadakan di rumah keluarga Bp. Yohanes Wardiyo. Dalam kegiatan ini, komunitas mengundang juga tokoh masyarakat sekitar, seperti ketua RT dan tokoh agama yang ada di puri bojong lestari.

Tantangan yang pertama kali dihadapi dalam komunitas baru ini adalah mengalami kesulitan untuk pemakaman jenasah warga yang meninggal, karena adanya penolakan dari warga masyarakat sekitar. Namun demikian masalah ini dapat terselesaikan setelah Bp. Wardiyo berkoordinasi dengan Bp. Dalimin selaku pengurus RKUK Paroki St. Paulus Depok, dan Misa Requem dipimpin oleh Pastor Paskalis Bruno, OFM. Kerukunan dan kekompakan persekutuan ini, membuat warga sekitar merasa kagum dan mengakui kekeluargaan dan kebersamaan umat katolik.

Sehubungan dengan kenyataan bahwa untuk mengikuti kegiatan Lingkungan atau Wilayah dirasa cukup jauh, maka diputuskan untuk membentuk kelompok di Perumahan Puri Bojong Lestari dan sekitarnya dengan persetujuan Ketua Wilayah. Pada tanggal 11 Oktober 1998, warga berkumpul di rumah Bp. Waluyo dan merumuskan bersama untuk pembentukan pengurus kelompok dan selanjutnya diadakan pemilihan ketua kelompok. Dalam pemilihan tersebut,  terpilihlah Bp. Ag. Suyono sebagai Ketua Kelompok. Pada tanggal 13 Oktober 1998, di rumah keluarga Bp. Yohanes Debrito Suharyanto, secara resmi dibentuk pengurus kelompok secara lengkap, yang diketuai oleh Bp. Ag. Suyono. Jumlah Kepala Keluarga pada awal terbentuknya kelompok ini berjumlah 19 Kepala Keluarga. Dengan terbentuknya pengurus kelompok, maka segala kegiatan peribadatan dan karya sosial menjadi lebih terkoordinasi dengan baik. Bahkan sebagai kelompok yang masih baru, kelompok ini sudah ikut ambil bagian  dalam tugas liturgi di Paroki dengan menjadi petugas koor di gereja dalam Misa hari Minggu. Pada masa kepengurusan kelompok ini, pernah dilaksanakan kegiatan Ziarah bersama yaitu Ziarah ke Goa Kanada Lebak, Rangkasbitung.

III.  Awal Mula Terbentuknya Lingkungan

Dewan Paroki melihat semua perkembangan dan juga kegiatan di Kelompok Puri Bojong Lestari dan sekitarnya ini. Dewan paroki pada akhirnya menawarkan kepada Ketua Kelompok untuk di syahkannya kelompok ini menjadi Lingkungan. Atas penawaran dari Dewan Paroki Santo Paulus tersebut, maka mulailah dikukuhkan sebuah lingkungan baru menggantikan istilah kelompok terhitung sejak bulan Agustus 1999 dengan Ketua Lingkungan Bp. Ag. Suyono. Adapun nama pelindung dari Lingkungan baru ini adalah  St. Monica. Lingkungan ini mencakup 3 kelompok yaitu kelompok Puri Bojong Lestari dan sekitarnya, Kelompok Villa Pabuaran dan sekitarnya, dan kelompok perumahan LIPI dan Taman Raya.  Jumlah Kepala Keluarga Katolik pada awal terbentuknya Lingkungan St. Monica ini berjumlah 33 KK.
Kegiatan peribadatan dan karya sosial dalam Lingkungan semakin terkoordinasi dengan lebih baik lagi.

IV.  Periode Berikutnya dalam Kepengurusan Lingkungan

Setelah Kepengurusan Lingkungan periode pertama berakhir, maka pada Desember tahun 2000 diadakan Pemilihan Pengurus Lingkungan untuk periode yang kedua, yaitu periode 2001 s.d. 2003. Setelah melalui pemilihan oleh Warga, maka Bp. Ag. Suyono terpilih kembali menjadi ketua lingkungan. Pada tahun 2001 itu pula disepakati untuk mengganti nama pelindung Lingkungan. Setelah melalui pertemuan warga, akhirnya disepakati nama pelindung Lingkungan diganti dari Santa Monica menjadi SANTO CHRISTOPHORUS.  
Sebagai Ungkapan syukur, setelah pemberian nama baru dari lingkungan, maka tanggal 5 s.d. 6 Mei 2001, Lingkungan melaksanakan kegiatan Ziarah ke Cisantana Kuningan yang kepanitiannya diketuai oleh Bp. Sutikno

Kepengurusan periode yang kedua ini berjalan dengan baik, dan setelah selesai akhir periode, maka pada bulan November 2003 diadakan Pemilihan Pengurus lingkungan periode ke tiga yaitu  periode 2004 s.d. 2006, dan terpilihlah ketua lingkungan yang baru, yaitu Bp. Hb. Rubiyo sebagai ketua lingkungan.

Pada Bulan November 2006, diadakan kembali pemilihan Pengurus Lingkungan periode yang keempat yaitu periode 2007 s.d. 2009, dan terpilihlah Bp. FX. Sigit Wijono sebagai ketua Lingkungan yang baru. Pada masa kepemimpinan Bapak Sigit, pernah diadakan kegiatan Paskahan bersama yang dilaksanakan di Universitas Indonesia, yaitu perayaan Paskah tahun 2008, yang dihadiri seluruh warga Lingkungan St. Christophorus. Dalam masa kepengurusan ini diadakan kegiatan Ziarah ke Cisantana Kuningan, yang dilaksanakan pada tanggal 8 s.d. 9 Mei 2009. Kepanitiaan kegiatan Ziarah ini diketuai oleh Bp. Yansen.
Dalam periode ini, telah terjadi pula pemekaran lingkungan, yaitu Lingkungan St. Norbertus, dengan proses pemekarannya tidak langsung menjadi Lingkungan tetapi menjadi lingkungan persiapan. Pada pelantikan lingkungan Persiapan, diadakan pengukuhan dalam perayaan Ekaristi di Rumah Keluarga Bp. Yulius pada tanggal 24 juni 2007, dengan ketua Lingkungan Persiapan yang telah dipilih yaitu Bp. Ign. Narastradi.

Setelah Kepengurusan periode yang keempat akan berakhir, maka pada bulan November 2009 didakan kembali pemilihan pengurus Lingkungan periode ke lima yaitu untuk periode 2010 s.d. 2012. Terpilihlah Bp. Yohanes Tuarsin sebagai ketua lingkungan untuk periode ke lima ini. Dalam kepengurusan ini, di Lingkungan St. Christophorus mulai diluncurkan Media Komunikasi Lingkungan yang diberi nama GEMA CHRISTOPHORUS. Dalam Gema ini antara lain memuat tentang pojok renungan, aneka kegiatan Lingkungan yang sudah dilaksanakan, Jadwal Kegiatan selama satu bulan, daftar nama warga yang berulang tahun pada bulan tersebut, dan juga daftar nama pasangan yang berulang tahun perkawinan. Selain itu juga didalamnya ada pengumuman dari setiap seksi.
Guna memanfaatkan teknologi informasi saat ini yang semakin modern dan canggih, maka disepakati oleh pengurus untuk meluncurkan sebuah Blog Lingkungan St. Christophorus. Akhirnya mulailah dibuat sebuah Blog untuk lingkungan dengan alamat http//st-christophorus.blogspot.com. Dalam Blog ini sudah mulai dimuat berbagai informasi seperti Kepengurusan Lingkungan dan laporan liputan kegiatan Paskahan bersama. Selain dari itu, dalam Blog ini juga sudah dibuat Link ke website Iman katolik, sehingga umat yang ingin melihat Kalender Liturgi untuk bulan Mei, Juni dan Juli sudah bisa mengakses, dan bahkan umat juga bisa membaca cerita santo-santa yang pestanya sesuai dengan tanggal dan bulan tersebut.

Saat ini kondisi Jumlah umat di lingkungan St. Christophorus terdiri dari  63 Kepala Keluarga, dengan jumlah Jiwa 237 orang. Lingkungan St. Christophorus terdiri dari 3 Kelompok yaitu kelompok Puri Bojong Lestari tahap I dan sekitarnya, Kelompok Susukan dan Puri Bojong Lestari Tahap II dan Kelompok Villa Pabuaran dan sekitarnya. Saat ini Lingkungan St. Christophorus merupakan bagian dari Wilayah IV Paroki St. Paulus Depok.

VIVA ST. CHRISTOPHORUS
SELAMAT PESTA EMAS PAROKI SANTO PAULUS DEPOK

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar